Jumat , 17 September 2021 ~ 08:07 GMT+0700
Beranda / Ragam / Utang Luar Negeri Indonesia di Era Presiden Jokowi Makin Jumbo Rp 6.169 Triliun
Peningkatan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2021 adalah sebesar US$ 422,6 miliar. atau sekitar Rp 6.169,96 triliun pada kuartal I/2021.

Utang Luar Negeri Indonesia di Era Presiden Jokowi Makin Jumbo Rp 6.169 Triliun

Redaksi | Senin 22 Juni 2021.

Peningkatan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2021 adalah sebesar US$ 422,6 miliar. atau sekitar Rp 6.169,96 triliun pada kuartal I/2021.

JAKARTA, Figurindonesia.com – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2021 adalah sebesar US$422,6 miliar. atau sekitar Rp6.169,96 triliun.

Posisi ini meningkat 4,0 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,7 persen secara tahunan. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan peningkatan pertumbuhan ULN pada periode tersebut didorong oleh baik ULN pemerintah maupun swasta.

Jika dirincikan, ULN pemerintah tercatat tumbuh 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2021 sebesar 2,8 persen yoy.

Peningkatan ini, kata Erwin, seiring dengan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 dan akselerasi program vaksinasi serta perlindungan sosial pada kuartal I/2021. Sementara ULN swasta pada peridoe tersebut tercatat tumbuh 3,4 persden yoy, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen yoy.

Dengan demikian, BI mencatat rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 39,7 persen pada Februari 2021. Erwin mengatakan posisi ini relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 39,6 persen.

“Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 89 persen dari total ULN,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (16/4/2021).

Dia menambahkan, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga, imbuhnya, akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (Sumber: Bisnis.com)

Share:

Baca Juga

Hasil Survei: Elektabilitas AHY dan Puan Maharani Cukup Signifikan

Redaksi | Kamis, 12 Agustus 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Hasil survei Charta Politika merilis ‘Evaluasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =