Jumat , 17 September 2021 ~ 08:14 GMT+0700
Beranda / Ragam / Bola Ugi / Rumah Bugis

Bola Ugi / Rumah Bugis

Redaksi I Minggu, 25 Oktober 2020 I Jam 22:00 WIB.

JAKARTA, Figurindonesia.com – Beberapa suku bangsa di Indonesia memiliki karakterstik rumah adat tradisional masing-masing, rumah adat bugis memiliki keunikan tersendiri, “Bola Ugi” atau rumah bugis.

Bola Ugi (bahasa Indonesiaː Ruma Bugis) merupakan rumah tradisional masyarakat Bugis yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Bola Ugi berfungsi sebagai bangunan tempat tinggal sehari-hari.

Adapun masyarakat Bugis yang menghuni rumah adalah yang berasal dari golongan rakyat biasa atau nonbangsawan.

Dalam gagasan tradisional Bugis, kelas sosial seseorang di masyarakat menentukan jenis rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Ada tiga jenis rumah yang digolongkan pada kelas sosial penghuninya, yaitu:
1. Sao-Raja (rumah bangsawan)
2. Sao-Piti (rumah yang seperti Sao-Raja namun lebih Kecil)
3. Bola (rumah bagi rakyat biasa).

Bola Ugi memiliki wujud berupa rumah panggung dari kayu yang berbentuk persegi panjang di mana bagian-bagiannya memiliki tiang-tiang tinggi sebagai penopang rumah sementara atapnya memiliki bentuk seperti pelana. Terdapat beberapa variasi bentuk Bola Ugi yang berbeda-beda di setiap daerah, misalnya Rumah Luwu, Rumah Bone, dan Rumah Wajo. Di antara variasi-variasi tersebut, perbedaan yang bisa dilihat terletak pada detail di bagian tertentu.

Keberadaan Bola Ugi sebagai bangunan tempat tinggal di masyarakat Bugis tidak luput dari perubahan sosial-budaya yang memengaruhi kebudayaan setempat. Bola Ugi yang secara tradisional bentuknya berupa rumah panggung dengan bagian kolong, saat ini sudah banyak yang berubah menjadi rumah berlantai batu, khususnya di daerah perkotaan. Rumah-rumah baru yang dibangun pun sudah jarang yang berbentuk rumah panggung.

 

Filosofi Bola Ugi/Rumah Bugis

Dalam bangunan Bola Ugi, terkandung filosofi mengenai keselarasan hidup manusia. Bola Ugi disebut sebagai produk budaya tradisional yang penciptaannya dilakukan melalui proses perenungan yang menghubungkan alam semesta dengan tuhan di mana perenungan ini kemudian menghasilkan pengetahuan tersembunyi. Dari sini, kemudian muncul Sanro Bola, yaitu orang dengan pemahaman mendalam akan nilai, makna, cara, dan aturan yang terdapat dalam Bola Ugi. Dalam pembangunan Bola Ugi, Sando Bola memiliki peranan sebagai pencari keselarasan hidup antara manusia dengan tuhan, alam, dan sesamanya.

Bagi masyarakat Bugis, rumah merupakan perwujudan dari alam semesta yang secara makro-kosmos dan mikro-kosmos terbagi menjadi tiga bagian, yaitu dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Filosofi inilah yang melekat pada wujud rumah tradisionalnya yang berupa rumah panggung.**

 

Penulis & editor: Nurdin Taba

Share:

Baca Juga

Hasil Survei: Elektabilitas AHY dan Puan Maharani Cukup Signifikan

Redaksi | Kamis, 12 Agustus 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Hasil survei Charta Politika merilis ‘Evaluasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − 9 =