Rabu , 16 Juni 2021 ~ 20:14 GMT+0700
Beranda / Parawisata / Mudik Dilarang dan Wisata Religi
Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno.

Mudik Dilarang dan Wisata Religi

Redaksi | Kamis, 15 April 2021.

JAKARTA, Figurindonesia.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata di luar kota selama larangan mudik diberlakukan.

Hal itu dinyatakannya dalam Program Mata Najwa yang disiarkan Trans 7, Rabu (14/4) malam.

Dan Pemerintah telah melarang masyarakat melakukan aktivitas mudik Lebara pada tanggal 6 – 17 Mei 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19

Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan kebijakan pembukaan destinasi wisata tidak akan mengingkari tujuan pemerintah untuk memutus rantai penularan COVID-19. Sebab dalam pelaksanaan pembukaan akan dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan.

“Secara tegas saya nyatakan (larangan mudik dan pembukaan destinasi wisata) tidak bertolak belakang. Kita sudah berkoordinasi dengan Menko PMK Pak Muhadjir dan Menteri Perhubungan bahwa bingkainya adalah PPKM skala mikro dan nantinya ada surat yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan,” kata Sandiaga.

“Sekarang PPKM mikro dan kita menetapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan aparat TNI dan Polri. Kita harus bisa meyakinkan diri bahwa kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif itu bukan bagian dari masalah tapi justru bagian dari solusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sandiaga sudah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan mendapatkan restu untuk membuka destinasi wisata selama liburan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan akan menyiapkan berbagai opsi liburan pengganti mudik untuk masyarakat.

“Kami menyiapkan opsi-opsi, staycation, opsi-opsi pariwisata dalam bingkai PPKM skala mikro, termasuk juga penyediaan produk-produk ekonomi kreatif untuk mengganti fisik masyarakat di Kampung Halaman ,” kata Sandiaga.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *