Senin , 20 September 2021 ~ 05:40 GMT+0700
Beranda / Figur Tokoh / Suta Widhya: Pengadaan Alutsista Diduga Menjadi Bancakan Korupsi
Foto: Pengamat Hukum dan Politik Suta Widhya, SH dan Illustrasi - Pengamat pertahanan Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie.

Suta Widhya: Pengadaan Alutsista Diduga Menjadi Bancakan Korupsi

Redaksi | Selasa, 1 Juni 2021.

JAKARTA, Figurindonesia.com – Pertanyaan Connie Rahakundini tentang siapa gerangan yang bermain di pembelian alutsista senilai 1.760 Triliun hingga hari ini, selasa (1/6) belum terjawab.

“Pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) hingga kini masih terus menyisakan misteri.”

Menurut Pengamat Hukum dan Politik Suta Widhya, SH terkait alutsista adalah hal yang sensitif dan tidak ada yang pernah menyentuh tentang bagaimana bisnis persenjataan,” tersebut, Ujar Suta Widhya di Jakarta, Selasa (1/6/21).

Menurut Suta sangat wajar bila Pengamat Militer dan Pertahanan Connie meminta penjelasan Menhan Prabowo terkait pembelian alutsista yang nilainya 1.760 triliun itu. Pengamat pertahanan sekaligus akademisi Connie Rahakundini tentu punya dasar untuk mengajukan pertanyaan kepada pihak yang terkait.

“Sebenarnya publik ingin tahu Teknologi Militer Indonesia (TMI) dengan nominal kredit Eskpor (KE) dari Qatar senilai 1.760 Triliun untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan secara terang benderang” lanjut Suta.

Namun menurut Suta, upaya Connie untuk mengetahui sebuah perusahaan yang bernama TMI membuatnya kecewa. Connie katakan bahwa penelusurannya hingga ke kantor TMI yang telah mengambil pekerjaan besar pengadaan alutsista bernilai ribuan triliun dinilai meragukan karena sama sekali tidak meyakinkan.

“Dari hasil temuan Connie itu, banyak kejanggalan dari keseluruhan rencana pengadaan barang yang harus cair pada 2024. Karena beban utang baru berakhir selama 20 tahun kemudian setelah periode kedua Jokowi berakhir di tahun 2024. Kuatir jangan sampai ada tekanan pihak tertentu dalam bisnis Alutsista kali ini” Jelas Suta.

Lebih lanjut Connie juga mengritisi adanya kejanggalan dimana para Asrena di trimatra dalam lingkungan TNI tidak seorang pun yang tahu tentang rencana-rencana Kemenhan tersebut.

“Sangat logis Kekuatiran Connie, apabila kelak beban pembayaran utang dilakukan oleh anak dan cucu seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu marilah kita amati dan peduli proses pembelian TMI ini bila kita tidak ingin anak cucu kita menanggung utang sebesar itu,” lanjut Suta.

Komisi 1 di DPR RI yang membidangi Pertahanan harus bersikap tegas untuk mengawal, adakah kredit ekspor sudah sepengetahuan dan persetujuan Bappenas?

Share:

Baca Juga

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Terbukti Langgar Etik Berat

Redaksi | Senin, 30 Agustus 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 2 =