Jumat , 17 September 2021 ~ 07:51 GMT+0700
Beranda / Figur Tokoh / Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Masa Jabatan Presiden Itu Maksimal Dua Periode
Foto: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Masa Jabatan Presiden Itu Maksimal Dua Periode

Redaksi | Senin, 21 Juni 2021 | Jam 18: 30 WIB.

 JAKARTA, Figurindonesia.com – PDI Perjuangan bersikap patuh terhadap konstitusi terkait masa jabatan presiden. PDIP berpegang masa jabatan presiden tetap maksimal dua periode.

“Sikap partai jelas, masa jabatan Presiden itu dua periode karena partai berpegang pada konstitusi,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Senin (21/6).

Menurut Hasto, tidak tepat wacana masa jabatan presiden diperpanjang saat pandemi Covid-19. Semua pihak seharusnya fokus melakukan penanggulangan pandemi.

PDIP memandang, ketimbang membahas wacana perpanjangan masa jabatan presiden, lebih baik merumuskan haluan negara untuk jangka panjang dan menengah. Supaya ada keberlanjutan arah pembangunan negara meski jabatan presiden hanya dua periode.

“Dengan demikian skala prioritas presiden yang akan datang diharapkan dapat bertitik tolak dari capaian yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi. Di sini kesinambungan bagi kemajuan bangsa akan tercipta,” ujar Hasto.

Isu wacana masa jabatan presiden tiga periode kembali mencuat. Presiden Joko Widodo didorong kembali untuk maju ketiga kalinya. Kelompok relawan membentuk dukungan pasangan Joko Widodo- Prabowo Subianto.

Presiden Jokowi Tolak 3 Periode

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo tegas menolak masa jabatan 3 Presiden tiga periode. Fadjroel mengatakan, Presiden Jokowi patuh terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

“Mengingatkan kembali, Presiden Joko Widodo tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998. Sesuai Pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1 bahwa, ‘Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan’,” kata Fadjroel kepada awak media, Sabtu (19/6).

Fadjroel menyebut, penegasan Presiden Jokowi menolak wacana presiden 3 periode disampaikan pada tanggal 12 Februari 2019. Ada tiga hal yang disampaikan Jokowi terkait jabatan presiden tiga periode.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode itu, ada 3 (motif) menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Fadjroel menirukan Jokowi.

Yang kedua, pada tanggal 15 Maret 2021. Fadjroel bilang, bahwa Jokowi tidak berniat menjadi Presiden 3 periode. Jokowi tak ingin ada kegaduhan baru.

“Saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden 3 periode. Konstitusi mengamanahkan 2 periode, itu yang harus kita jaga bersama. Janganlah membuat gaduh baru, kita sekarang fokus pada penanganan pandemi,” sebut Fadjroel.

“Sikap presiden dalam 2 kali kesempatan di atas yang harus menjadi pegangan semua pihak,” pungkasnya.

Share:

Baca Juga

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Terbukti Langgar Etik Berat

Redaksi | Senin, 30 Agustus 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =