Jumat , 17 September 2021 ~ 08:50 GMT+0700
Beranda / Figur Tokoh / Permintaan Maaf Kapolda Sumsel soal Donasi Bodong Rp 2 T Keluarga Akidi Tio
Illustrasi

Permintaan Maaf Kapolda Sumsel soal Donasi Bodong Rp 2 T Keluarga Akidi Tio

Redaksi | Kamis, 5 Agustus 2021. 

SUMSEL, Figurindonesia.com – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf kepada masyarakat Indonesia akibat kegaduhan yang timbul terkait perkara hibah Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 yang disinyalir bodong alias fiktif. Eko mengaku dirinya telah lalai dan tidak berhati-hati.

“Kegaduhan ini karena kesalahan saya sebagai individu. Sebagai manusia biasa dan saya memohon maaf. Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya sebagai individu saat mendapatkan informasi awal,” kata Eko dalam keterangannya, Kamis (5/8).

Irjen Eko menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat, terutama pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Secara pribadi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya jelas kepada bapak Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia dan masyarakat Sumatera Selatan,” kata Eko membuka konferensi pers di Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Irjen Pol Eko Idra Heri mengatakan, terlepas ada atau tidaknya dana tersebut, dirinya memaafkan keluarga besar Akidi Tio maupun pihak lain yang terlibat dengan perkara tersebut.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada mereka-mereka yang berempati pada saya atas kejadian ini,” katanya, Kamis (5/8/2021).

Dalam permohonan maafnya, Irjen Pol Eko mengatakan, kegaduhan yang timbul dalam sepekan terakhir terjadi karena tidak adanya kehati-hatian dalam menerima informasi.

“Sebagai manusia biasa tentu tidak lepas dari kelemahan. Dan ini terjadi karena ketidak hati-hatian saya selaku individu ketika mendapatkan informasi, Dari awalnya ibu Kadinkes menghubungi saya yang menyatakan ada sumbangan dari keluarga Akidi yang disampaikan oleh bapak Profesor Hardy,” katanya.

Menurutnya, usai menerima informasi dari Kadinkes Sumsel tersebut, dirinya menyatakan bersedia menerima amanat tersebut karena janji pemberi donasi untuk menangani Covid-19 di Sumsel.

Selain itu, Kapolda Sumsel juga mengaku dirinya memang mengenal keluarga Akidi Tio, terutama anak sulungnya yakni Ahong saat bertugas di Aceh Timur.

“Sementara ibu Heriyanti saya tidak begitu kenal,” katanya.

Kapolda Sumsel juga menceritakan, selama bertemu dengan mereka di ruangan kerjanya, yang bercerita hanya Profesor Hardy sementara Heriyanti tidak.

Profesor Hardy menceritakan bahwa ada sumbangan yang nilainya Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

“Profesor Hardy bilang ada sumbangan Rp 2 triliun dan uang itu berbentuk cek. Kemudian dia bilang ini dipercayakan kepada saya dan harus disampaikan,” kata Kapolda.

Kapolda Sumsel juga mengaku tidak terlalu memeriksa ada atau tidaknya donasi bernilai fantastis tersebut.

Sementara Heriyanti menjanjikan pencairan tersebut pada hari Senin (2/8/2021) lalu, namun hingga saat ini dana tersebut belum ada.

Share:

Baca Juga

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Terbukti Langgar Etik Berat

Redaksi | Senin, 30 Agustus 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 9 =