Kamis , 29 Juli 2021 ~ 05:24 GMT+0700
Beranda / Figur Tokoh / Ketidak Hadiran Presiden Jokowi Diacara Penting Ketua Umum PDIP, Suatu Hal Yang Sangat Tidak Etis
Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri resmi mendapat gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan). Jumat (11/6/2021).

Ketidak Hadiran Presiden Jokowi Diacara Penting Ketua Umum PDIP, Suatu Hal Yang Sangat Tidak Etis

Redaksi | Selasa, 15 Juni 2021.

 JAKARTA, Figurindonesia.com  Tidak hadirnya Presiden Jokowi dalam pengukuhan  Megawati Soekarnoputri  sebagai Profesor Kehormatan di kampus Universitas Pertahanan RI disorot warganet.

Salah satunya disampaikan oleh Rocky Gerung   dalam dalam video berjudul ‘Presiden Jokowi Mulai Hindari Megawati. Pecah Kongsi?’ yang ditayangkan Rocky Gerung Official pada Senin, 14 Juni 2021.

Rocky Gerung mengkritik sikap Jokowi yang tidak hadir dalam acara pengukuhan Megawati Soekarno Putri sebagai hal yang tidak sopan.

Rocky Gerung menilai bahwa memang terjadi ketegangan antara Jokowi sebagai Presiden dan Megawati sebagai Ketua Partai.

“Tapi menghindar dari Ibu Mega yang sedang menambahkan lembar baru dalam hidupnya jadi guru besar itu tidak sopan,” ujarnya.

Menurut Rocky Gerung, Jokowi seperti lebih mementingkan biografi Ganjar Pranowo dibanding biografi Megawati.

“(Pengukuhan) Ibu Mega ini betul-betul satu peristiwa yang hanya sekali dalam seumur hidup. Ganjar Pranowo bisa bikin vaksinasi berkali-kali dan Pak Jokowi bisa bilang ‘nggak deh karena ada yang lebih penting’,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Rocky mengkritik bahwa Jokowi tidak menghormati orang yang berjasa untuk membantunya hingga bisa menjadi Presiden.

Ia juga lantas mengingatkan bahwa Jokowi adalah kader PDIP dan bagian dari rezim Soekarno. Maka ketidakhadirannya dalam acara penting Megawati adalah suatu hal yang sangat tidak etis.

“Dan itu entah kesombongan atau semata-mata sinyal bahwa dia ingin lepas dari Megawati. Kalau itu soal Politik, nanti lah. Tapi saya anggap bahwa ketidakhadiran presiden itu satu sikap yang tidak dewasa,” ungkapnya.

Terlebih, kata Rocky, Jokowi langsung mengambil sikap yang kontras, yakni hadir bersama Ganjar di acara vaksinasi di Semarang.

“Kita tahu Presiden memang ngomporin Ganjar untuk maju, tapi bukan dengan cara ini. Ini dangkal ini Presiden sikap politiknya, tu,” tandasnya.

Di akhir video, Rocky Gerung lalu menekankan bahwa istilah ‘kedangkalan intelektual’ yang ia pakai itu bukan untuk menyerang pribadi Jokowi.

“Presiden Jokowi menghindar dari Ibu Mega itu kedangkalan intelektual. Bukan Jokowinya yang dangkal secara intelektual. Tapi cara menghindarinya itu kedangkalan,” kata Rocky.

Adapun Jokowi memang tidak menghadiri pengukuhan Megawati pada Jumat 11 Juni 2021 secara langsung.

Namun, ia memberikan pidato secara virtual dan mengatakan bahwa keputusan Unhan memberikan gelar itu kepada Megawati adalah suatu hal yang tepat.

Share:

Baca Juga

Kalau PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI: Lebih Baik Presiden Mundur!

Redaksi | Senin 19 Juli 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Sebuah permintaan diajukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *