Senin , 20 September 2021 ~ 05:47 GMT+0700
Beranda / Figur News / Direktur KPK, Sujanarko: 75 Pegawai Nonaktif, Penanganan Mega Korupsi Mandek
Kasus korupsi yang ditangani di KPK terancam mandek usai penonaktifan 75 pegawai KPK. (Foto:Figur Indonesia)

Direktur KPK, Sujanarko: 75 Pegawai Nonaktif, Penanganan Mega Korupsi Mandek

Redaksi | Kamis, 20 Mei 2021.

JAKARTA, Figurindonesia.com – Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sujanarko mengatakan, penanganan semua kasus korupsi di lembaga antirasuah terancam mandek usai 75 pegawai KPK dinonaktifkan.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah memberikan laporan dugaan pelanggaran mal-administrasi lima pimpinan KPK terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) kepada Ombudsman.

“Dengan dinonaktifkannya 75 pegawai, kasus-kasus yang ditangani semuanya mandek,” ucap Sujanarko di kantor Ombudsman, Rabu (19/5).

“Kalau tidak mandek, paling tidak itu terganggu dengan nonaktifkannya 75 pegawai,” imbuhnya.

Selain penanganan kasus yang terganggu, Sujanarko mengatakan, penonaktifan 75 pegawai juga menghambat kerja-kerja KPK yang lain. Sebab, beberapa orang yang dinonaktifkan punya peran penting di KPK.

“Tidak hanya kasus, ada yang bekerja di kerja sama internasional, biro SDM, biro hukum, semuanya mandek,” ucapnya.

Untuk itu, Sujanarko menilai, masalah penonaktifan 75 pegawai KPK harus segera diselesaikan lantaran banyak merugikan publik.

“Jadi kira-kira semakin cepat penyelesaian ini akan semakin baik,” ujarnya.

Share:

Baca Juga

PPKM Darurat Diperpanjang, Jokowi: Anggaran perlindungan sosial ditambah Rp 55,21 T

Redaksi | Selasa, 20 Juli 2021 | Jam 21:05 WIB. JAKARTA, Figurindonesia.com – Presiden Joko Widodo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 14 =