Senin , 20 September 2021 ~ 05:25 GMT+0700
Beranda / Figur Daerah / Wakil Bupati Flores Timur, Mengatakan Sudah 60 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang
Foto: Banjir bandang terjadi di Pulau Adonara, Flores Timur pada Minggu (04/04)

Wakil Bupati Flores Timur, Mengatakan Sudah 60 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang

Redaksi | Senin, 05 April 2021 | 03:35 WIB

FLORES TIMUR, Figurindonesia.com – Banjir bandang terjadi di Pulau Adonara, Flores Timur pada Minggu (04/04) pukul 01.00 WIB. Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli melaporkan korban jiwa akibat kejadian ini sudah mencapai 60 orang dengan korban terbanyak di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng melalui metrotvnews (4/4/21).

Pencarian korban banjir bandang di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat berat yang ada dipindahkan untuk penanganan di kecamatan lain.

“Kesulitan alat berat sehingga pencarian korban jadi lambat, karena alat berat yang ada saat ini sudah dievakuasi ke wilayah Kecamatan Ile Boleng yang juga terjadi banjir dan tanah longsor,” kata Camat Adonara Timur Damianus Wuran dihubungi, Minggu (4/4/2021).

Banjir bandang di Waiwerang dan sekitarnya merupakan salah satu dari dua titik bencana di Pulau Adonara, Flores Timur yang terjadi sejak dini hari tadi. Satu titik lain berupa banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng. Dia menjelaskan bencana banjir bandang di wilayah Waiwerang dan Waiburak menyebabkan enam orang meninggal dunia. Tiga orang ditemukan meninggal dan tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

Banjir bandang berupa aliran lumpur yang membawa serta kayu dan batu tersebut juga mengakibatkan banyak rumah penduduk rusak parah serta menghanyutkan kendaraan, barang-barang berharga sehingga membuat akses jembatan terputus. Video Amatir Detik-Detik Banjir Bandang di Luwu Sulawesi Selatan Dia mengatakan, proses pencarian masih dilakukan secara mandiri oleh warga setempat karena persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana di Kecamatan Ile Boleng.

“Karena korban yang di Ile Boleng lebih banyak sehingga evakuasi alat berat diprioritaskan ke sana,” katanya. Lebih lanjut dia menjelaskan proses pencarian korban masih terus berlangsung di lapangan. Kecamatan terus mengidentifikasi anggota keluarga korban yang terdampak. Selain itu juga berkoordinasi dengan puskesmas setempat agar siaga untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi korban yang selamat. “Warga yang kondisinya tinggal pakaian di badan kita identifikasi dan berikan penanganan darurat berupa pelayanan kesehatan, makanan, tempat istirahat, dan sebagainya,” katanya.

Share:

Baca Juga

Asisten II Bidang Perekonomian Kotamobagu, Sitti Rafiqah Bora: Mewajibkan Semua Perusahaan Berpegang Pada UU Ketenagakerjaan

Redaksi | Rabu, 23 Juni 2021. Kotamobagu, SULUT. Figurindonesia.com – Pemerinta Kota-kotamobagu dalam hal ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =