Rabu , 16 Juni 2021 ~ 21:08 GMT+0700
Beranda / Figur Daerah / Rahayu Saraswati, Kandidat Kuat Memenangkan Pilkada Tangerang Selatan 2020

Rahayu Saraswati, Kandidat Kuat Memenangkan Pilkada Tangerang Selatan 2020

Redaksi I Jumat, 20 Nov 2020 I Jam 20:30 WIB.

TANGSEL, Figurindonesia.com – Muhammad dan Rahayu Saraswati sangat berpeluang memenangkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, mengingat Rahayu Saraswati atau yang biasa disapa Saras menjadi primadona dalam pemilihan Pilkada kali ini. Selain primadona di masyarakat, pasangan tersebut juga didukung oleh Partai PDI Perjuangan, PSI, Gerindra, Partai Amanat Nasional, Hanura, Nasdem, Perindo, Partai Berkarya dan Partai Garuda. Jumat (20/11/2020)

“Redaksi mewawancarai Pemimpin Umum Figurindonesia.com, Nurdin Taba. Nurdin Taba mengatakan bahwa pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati salah satu kandidat terkuat dan terbuka lebar memenangkan Pilkada Tangerang Selatan”, nama Saras sudah sangat akrab bagi masyarakat Tangerang Selatan. Selain itu Saras mewakili kaum emak-emak dan kalangan millenial, dan juga sangat konsen terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak, dan memerangi Perdagangan orang, selain itu di beberapa lembaga survei Pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati lebih unggul.

Foto: Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan 2020-2025.

Untuk dapat mengetahui keunggulan pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati, awak media menelusuri dengan cara turung langsung ke masyarakat untuk mewawancarai beberapa warga secara terpisah di 5 (lima) dari 7 Kecamatan, warga pada umumnya mengatakan bahwa Pilkada kali ini sangat diuntungkan karena kehadiran pasangan Rahayu Saraswati atau Saras. Perempuan yang dapat mewakili emak-emak serta millenial, selain itu kata warga yang tidak mau di sebutkan jatidirinya mengatakan akan memilih Pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati sesuai pilihan hati kami sebagai warga tangerang selatan.

Menurut warga, Pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati adalah dambaan masyarakat Tangerang Selatan di Pilkada Tangerang Selatan 2020.

Rahayu Saraswati atau Saras secara personal maupun sebagai calon wakil walikota menjadi representase kaum hawa, dan keterpilihan memenangkan suara masyarakat dari kaum hawa dan dari kalangan millenial sangat terbuka lebar.

“Masyarakat Tangerang Selatan sangat merindukan perubahan dan mengharapkan dapat dinahkodai oleh Pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati untuk periode 2020-2025“.

Selain itu Saras mempunyai program unggulan yang sejalan dengan aspirasi masyarakat Tangerang Selatan, khususnya Program perlindungan terhadap perempuan dan anak, dan memerangi Perdagangan orang menjadi topik baru dalam program pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati di Pilkada Tangerang Selatan kali ini.

Dunia politi bagi Saras bukan hal baru, terjung di dunia politik sejak tahun 2013 silam, terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Periode 2014-2019.

Untuk lebih jelas nya pemirsa dapat melihat biografi Rahayu Saraswati, sebagai berikut:

Foto: Hasyim Djoyohadikusumo, Rahayu Saraswati dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto (doc:figurindonesia)

Biografi Rahayu Saraswati:

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 27 Januari 1986, umur 34 tahun) adalah seorang aktivis, politikus, aktris dan presenter.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra 2014-2019. Selama menjadi anggota legislatif, Saras banyak memperjuangkan perempuan dan anak serta memerangi perdagangan orang.

Riwayat Pendidikan

Di usia 12 tahun, setelah lulus dari SD Tarakanita II, Sara melanjutkan sekolah ke Singapura, di UWCSEA (United World College of South East Asia). Ia tak lama di sana lalu pindah ke Swiss untuk bergabung dengan ayah, ibu, dan adiknya yang telah lebih dahulu berada di swis.

Ayah Saras sebagai Duta Besar Istimewa untuk Eropa bagian Utara dan Timur.

Saras tidak melanjutkan di kelas 7, namun diizinkan untuk langsung naik ke kelas 8 di College du Leman, Geneva, Swiss.

Di situlah Saras menjalani pendidikan SMA dan aktif dengan kegiatan ekstrakurikulernya, menjadi bagian dari tim sepak bola Junior Varsity bahkan timnya berhasil memenangkan piala dan mewakili propinsinya di tingkat nasional sampai lulus SMA.

Lulus SMA, Saras diterima di University of Virginia dengan Early Decision, melanjutkan pembelajaran dengan fokus di Drama dan Peradaban Kuno (Yunani dan Roma).

Karier politik

Rahayu Saraswati mulai terjun ke dunia politik dan masuk bursa pencalegan melalui Partai Gerindra pada tahun 2013. Calon Legislatif Dapil Jawa Tengah IV, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri dengan meraih 47.542 suara dan melangkah ke Senayan.

Saras kemudian memilih fokus memperjuangkan nasib perempuan dan anak serta melawan perdagangan orang. Ditempatkan di Komisi VIII yang langsung bermitra dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Serta ikut aktif memperjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Pemberantasan perdagangan orang

Pada tahun 2012 Rahayu Saraswati mendirikan Parinama Astha (ParTha) yang bergerak di bidang perlawanan terhadap praktik perdagangan orang di Indonesia khususnya pada perempuan, ibu dan anak-anak. Salah satu track recordnya adalah Terkait peristiwa pemerkosaan yang viral di Bintaro, Rahayu Saraswati meminta pelakunya dihukum seberat-beratnya. Dalam kasus penggerebekan karaoke Venesia di BSD, Rahayu Saraswati melihatnya sebagai praktik perdagangan orang dan meminta aparat menangkap pelanggan laki-laki, germo, mucikari dan pihak-pihak yang terlibat.

Di akhir tahun 2018, Rahayu Saraswati atau biasa disapa Saras menginisiasikan Jaringan Nasional Anti TPPO (JarNas Anti TPPO) di mana kurang lebih 30 lembaga dan individu yang fokus dalam perlawanan terhadap perdagangan orang hadir dan setujui didirikannya JarNas Anti TPPO. Saras dipilih secara aklamasi sebagai Ketua JarNas TPPO yang aktif memerangi praktik perdagangan orang di Indonesia.

Saras juga memberi dukungan dengan mendatangi langsung korban pelecehan seksual di Tangsel berinisial S (38 tahun). Tak hanya memberi dukungan moral, Saras juga mendorong kejahatan diselesaikan secara hukum dengan pelaporan ke polisi. Saras menyatakan merasakan indikasi adanya intimidasi yang membuat korban tidak berani melapor. Saras meminta semua pihak yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada korban dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin dan oknum yang mengambil kesempatan dalam kesengsaraan korban harus ditindak.

Pengesahan UU Pesantren dan UU Disabilitas.

Selama di DPR Komisi VIII Rahayu Saraswati atau biasa disapa Saras, adalah salah seorang yang memperjuangkan UU Penyandang Disabilitas. Bahkan Saras juga sempat mengkritik Pemerintah atas lambannya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terhadap UU Penyandang Disabilitas itu.

Melalui Fraksi Gerindra, Saras ikut mendukung pengesahan UU Pekerja Sosial dan terlibat dalam pengesahan UU Pesantren.

Sekarang Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan 2020-2025

Sekarang sebagai Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan yang didukung oleh Partai PDI Perjuangan, PSI, Gerindra, Partai Amanat Nasional, Hanura, Nasdem, Perindo, Partai Berkarya dan Partai Garuda, yang setara dengan 23 kursi di DPRD Tangsel.

Share:

Baca Juga

Prabowo Ungkap Ada Oknum yang Mau Jual Indonesia ke Negara Asing

Redaksi | Minggu, 13 Juni 2021. JAKARTA, Figurindonesia.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *